Seorang narapidana lanjut usia yang menjalani hukuman seumur hidup menanti kematian dalam kesepian di sel isolasi—hingga sebuah suara memanggilnya. Suara itu berasal dari sekuntum bunga pacar air bernama Housenka, yang dapat berbicara layaknya manusia. Melalui ‘percakapan’ mereka, pria tua itu merenungkan kembali perjalanan hidup yang telah ia lalui.
